Mengenal PHP : Hypertext Preprocessor

phpsqlDunia teknologi web saat ini mengenal dua macam pemograman yaitu PHP : Hypertext Preprocessor dan SQL : Structure query language. Dua hal ini menjadi salah satu pilihan dalam membangun sebuah aplikasi berbasis web. Sifatnya yang open source dan freeware banyak diminati oleh para programer web.
PHP maupun SQL boleh dikembangkan oleh siapa saja dan bebas digunakan atau didistribusikan, termasuk juga beberapa tool pendukungnya seperti phpMyAdmin dan MySQL GUI Tools. Akan tetapi, sifatnya yang free bukan tanpa prosedur. Tata cara pengembangan, pemakaian, dan distribusi diatur dalam GNU (General Public License).


Berawal dari kebutuhan masyarakat akan sebuah aplikasi web yang dinamis dan tidak hanya tergantung sepenuhnya pada HTML yang bersifat statis, Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 menciptakan sebuah tool menggunakan bahasa C agar bisa memonitor pengunjung yang datang ke situsnya. Tool ini dinamakan Personal Home Page yang kemudian dikenal dengan PHP.
Rasmus melepas tool ini sebagai open source dan membuat para perancang web merasa tertarik untuk mengembangkannya, diantaranya adalah Andi Gutsman dan Zeev Suraski. Selanjutnya, dua perancang web ini tidak bisa dilepaskan jasa-jasanya dari sejarah perkambangan PHP.
Nama PHP merupakan nama yang cukup membingungkan karena tidak menunjuk pada nama perangkat lunak yang spesifik. Oleh karena itu, setelah peluncuran PHP/FI (Personal Home Page/Forms Interpreter) yang telah mendukung database MySql, disepakatai penggunaan nama PHP:Hypertext Preprocessor mulai PHP versi 3.0.

PHP mulai mengambil perhatian masyarakat web sebagai salah satu perangkat lunak yang dapat diandalkan mulai tahun 2003 dengan rilisnya PHP versi 4.0. Saat ini PHP telah melaju jauh dengan versi 5 dan mulai meninggalkan dukungan untuk versi 4 karena bebrapa masalah keamanan dan juga kelemahan-kelemahan lain.

Sebagai sebuah web programming, PHP membutuhkan sarana berupa web server untuk menunjang pengoprasiannya. Apache merupakan web server yang paling populer dan biasa digunakan untuk PHP tanpa perlu membayar lisensi. Meskipun bersifat free of charge alias gratis, Apache memiliki kemampuan yang dapat diandalkan. Selain Apache, Anda juga dapat menggunakan webserver lain seperti PWS/IIS buatan Microsoft yang biasa dipakai untuk ASP,Qitami,SunOne,Zeus dan sebagainya.

xampp

Bagi para pemula, proses penginstalan Apache, PHP, dan MySQL mungkin cukup merepotkan. Ada beberapa paket distribus yang bisa digunakan apabila Anda ingin mempersingkat waktu dan tidak ingin direpotkan oleh nstalasi dan konfigurasi. Paket-paket itu diantarnya adalah phptriad , pevdec, easyphp, appserv, dan yang paling terkenal dan banyak digunakan adalah XAMPP.

Jika kamu menggunkan distribusi Apache-PHP-MySQL dalam satu paket, upayakan agar versi dari masing-masing perangkat lunak tersebut mendekati versi terbaru atau terakhir yang disediakan oleh masing-masing pengembang. Hal ini bertujuan agar anda mendapatkan dukungan maksimal dari sistem pengamanan, pengingkatan performa, penambahan fungsi, dan perbaikan-perbaikan bugs.

Selain komponen-komponen utama diatas, Kamu juga membutuhkan sedikitnya satu browser yang terinstal di sitem operasi. Browser tersebut dapat berupa Internet Eksplorer, Nertscape, Google chrome, opera dan Mozilla Firefox.

Demikian penjelasan dan sejarah singkat dari PHP, semoga bermanfaat….

Baca juga :

Cara Kunci Drive di Windows tanpa Software

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Cara mudah Instal Server Localhost LAMP di Linux Ubuntu - Semua Tentang Teknologi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.