Perbedaan Patch, Hotfix dan Service Pack

Perbedaan Patch, Hotfix dan Service PackTeknologi selalu berkembang. Begitu pula dengan komputer yang merupakan hasil buah karya teknologi manusia. Berbagai bahasa pemograman, sistem operasi, algortima yang digunakan dalam membuat program selalu berkembang dan menghasilkan produk yang lebih baru, sempurna dan lebih aman.

Kesalahan merupakan tabiat yang diwarisa oleh manusia dan juga hasil karyanya. Tak terlepas di bidang komputer. Software yang dibuat oleh manusia, seperti sistem operasi dan aplikasi selalu memiliki bug, kelemahan bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Untuk itulah selalu diperlukan perbaikan yang terus menerus yang memungkinkan seorang untuk selalu memutakhirkan kondisi softwarenya, sehingga lubang-lubang keamanan yang ada selalu mudah untuk ditutupi.

Dalam dunia komputer, kita tentu mengenal perbaikan –  perbaikan ini dengan istilah patch, hotfix dan servicepack. Apa sih perbedaan dan persamaan dari ketiga hal tersebut? Berikut penjelasannya :

Apa itu Patch ?

patch

Patch secara bahasa artinya tambalan. Yaitu, sebuah software berukuran kecil yang dikembangkan sebagai alat untuk menambal lubang-lubang masalah yang ada di software intinya. Jadi, patch bertujuan untuk memperbaiki masalah yang berkaitan dengan sebuah software komputer.

Perbaikan yang dilakukan bisa sekedar menghilangkan bug, mengoreksi kesalahan logika, melengkapi fungsi, dan sebagainya. Walaupun fungsi utamnya untuk menutup kesalahan dan error yang ada, namun patch juga bisa menghasilkan kesalahan-kesalahan atau error yang baru.

Patch ada berbagai jenis. Untuk software yang komersil dan tertutup, maka patch umumnya diterapkan dalam bentuk biner yang siap dieksekusi dan buka dalam bentuk source code.

Karena tidak berupa source code, maka patch ini melakukan dengan 2 cara. Pertama adalah dengan memodifikasi file biner executable dari program inti, sehingga lubang-lubang error yang ada akan hilang. Sementara yang kedua adalah dengan mengganti file executable itu secara total dengan file executable baru.

Adapun pada software open source yang kode sumbernya terbuka, patch umumnya berupa source code yang merupakan selisih dari source code asli dengan source code perbaikan. Dengan demikian patch akan mengubah source code dari program yang sudah berjalan dengan program perbaikan. Untuk kasus ini, programmer diwajibkan untuk mengkompilasi source code dari patch, atau bisa juga dengan mengubah file sendiri.

Patch juga bisa diterapkan dalam bentuk rilis software terbaru, yang jika dieksekusi akan memiliki opsi upgrade, remove atau new installation. Ini diterapkan pada software-software modern.

Ukuran patch bervariasi tergantung ukuran program induknya. Untuk program induk yang berukuran besar seperti sistem operasi, maka patch-nya pun ukurannya bisa puluhan MB. Yang paling kecil bisa hanya beberapa KB.

Ukuran file juga dipengaruhi oleh apa yang hendak dilakukan oleh software patch tersebut. Ukuran patch yang hanya memperbaiki sebagian program akan tidak sebesar ukuran patch yang memperbaiki keseluruhan program.

Apa itu Hotfix ?

Hotfix

Hotfix sebenarnya patch biasa, hanya saja proses patch dilakukan tanpa mensyaratkan software utama harus dimatikan, alias software utamanya masih tetap bisa dijalankan seperti biasa.

Patch-patch modern umumnya mulai mengarah ke jenis hotfix di mana penggunaan komputer oleh user tidak perlu terganggu karena user masih bisa berkerja seperti biasa.  Ditinjau dari segi pemasaran, hotfix lebih baik karena memberikan kesan bahwa program lebih handal, selain itu tidak membuat waktu user dalam menggunakan program berkurang.

Sebuah hotfix sama seperti patch biasa, umumnya dipaket dalam bentuk satu paket saja. Hotfix juga bisa digunakan untuk menambahkan fitur di program utama dan bukan sebagai tambahan aspek keamanan.

Masalah yang dihadapi oleh hotfix sama seperti patch, yaitu bisa saja hotfix menutup satu lubang tapi menghasilkan lubang yang lain. Dalam konteks sistem operasi Windows, hotfix adalah sebuah patch kecil yang didesain untuk menangani is tertentu, misalnya lubang keamanan yang sepesifik.

Hotfix ibarat program mandiri, jadi setelah kamu menginstal hotfix, di fitur Add or Remove Programs, akan terlihat bahwa kamu baru saja menginstal hotfix.

Apa itu Service Pack ?

service pack

Patch dan hotfix merupakan sebuah istilah yang menjelaskan software untuk perbaikan yang berukuran kecil. Namun, sering kali proses perbaikan memerlukan file patch yang ukurannya tidak hanya puluhan MB, namun hingga ratusan MB.

Untuk itulah dihadirkan istilah baru untuk menyebut patch yang berukuran besar dimana patch besar tersebut ditujukan untuk menghadirkan fitur tambahan atau menutup celah keamanan yang cukup banyak.

Di sistem operasi Microsoft, hal tersebut disebut service pack. Istilah ini mulai dipakai sejak versi Windows 2000, Windows XP, Vista, 7.

Service pack di windows disingkat dengan nama SP.  Apa saja isinya? Isinya adalah kumpulan patch-patch kecil yang digabungkan dan juga software untuk meningkatkan performa software. Semuanya dapat diinstal hanya dengan sekali installasi saja.

Jika kamu menset Windows update menjadi ON, maka setiap ada update baru dari microsoft, windows akan diupdate. Tapi itu bukan patch. Karena pada umumnya service pack harus diinstall terpisah dan bukan lewat automatic update.

Menginstal service pack lebih mudah dibandingkan menginstal banyak file karena service pack sudah menampung semuah file-file patch kecil menjadi satu,

Setiap sistem operasi Windows biasanya merilis service pack setelah beberapa saat dari rilis utamanya. Nantinya, service pack tersebut akan diberi seri seperti SP1, SP2 dan seterusnya. SP ini selain menampung perbaikan, juga menambahkan fitur baru diwindows.

Untuk Windows 8 dan 10, istilah servicepack sudah tidak ada, dan diganti dengan Windows Update.

Demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan Patch, Hotfix dan Service Pack. Semoga Bermanfaat.

Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.